Hidup pasti takkan terasa indahnya jika tidak diuji. Hidup pasti tiada serinya jika tiada dugaan. Namun, sejauh mana kita semua mampu mengharungi ujian dan dugaan dari Allah S.W.T.? Ada antara kita manusia seringkali menyalahkan takdir jika ujian mendatang, tanpa berfikir bahawa ujian dan dugaan dari Allah itu adalah tanda bahawa Allah ingin kita mengingatiNya, bukan lalai terhadapNya. Fitrah manusia, acap kali terlupa. Namun masih juga ada di antara kita mampu menanganinya dan redha dengan ketentuan Allah. Alhamdulillah.
Indahnya bila dugaan Allah menyapa. Sekurangnya kita masih diberi peluang untuk bermuhasabah diri terhadap setiap dugaan dan ujian yang mendatang. Mungkin di suatu sudut, kita acap kali lalai terhadap tanggungjawab kita kepada pencipta. Dengan ujian ini, kita akan berfikir sejenak dari akibat kelalaian kita. Bayangkan saja, jika kita tidak diuji dan kita lalai terhadap tanggungjawab kita pada Maha Pencipta? Pada saat itu juga nyawa kita diambil. Bagaimana keadaan kita nanti? Sudah tentu kita tidak akan mampu berpatah balik untuk mengabdikan diri pada Maha Esa. Hanya tinggal segala amalan dan buku catatan kita ketika kita hidup di dunia.
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah khabar gembira kepada mereka yang sabar. (yaitu) orang-orang yang ketika ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihirojiun” – sesungguhnnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali. [Surah Al-Baqarah, 155- 156]
Yakin dan percayalah. Tujuan kita hidup di dunia adalah untuk mencari bekalan kehidupan abadi kita nanti. Jika baik amalan kita, maka baiklah kehidupan. Jika tidak, maka balasan yang setimpal akan kita terima.
Bermacam jenis ujian dan dugaan yang diberikan. Berbeza-beza yang Allah berikan mengikut kemampuan kita sebagai hambaNya untuk menanggungNya. Bersyukurlah jika kita masih Allah ingin berikan ujian. Ada juga Allah memberi ujian berupa kejayaan, kekayaan dan kesenangan hidup. Di sini Allah ingin menguji tahap kesyukuran hambaNya dengan limpahan nikmat yang diberikan. Bersyukurkah hambaNya atau sebalikNya.
Sekecil mana pun nikmat yang telah di berikan Allah kepada Kita.
Bersyukuri dan Berbahagialah.
Allah damaikan hati kita yang keresahan apabila kita bersamaNya. Allah maha mengampunkan segala dosa yang telah kita perbuat apabila kita bertaubat. Allah menjanjikan kita nikmat-nikmat yang tidak terhitung apabila kita bertaqwa. Allah sediakan ganjaran bagi mereka yang sabar. Allah mengaturkan kehidupan kita dengan sempurna dan segala yang ditetapkan adalah untuk kebaikan hambaNya. Ya Allah, terlalu beruntungnya kami.
Apabila dugaan Allah datang, maka bergembiralah. Dengan rasa gembira, kita akan redha dengan ketentuan Allah. Kita tidak akan melenting apabila yang kita hajati tidak dipenuhi. Malah kita tidak sewenangnya menyalahkan takdir. Percayalah, jika Allah tidak memberikan kita sesuatu yang kita mahu, Allah akan memberikan sesuatu yang kita perlu. Bergembiralah dengan rahmat Allah. Barulah kita boleh "Live life the fullest". InsyaAllah.
sumber : cintamissha.blogspot
Indahnya bila dugaan Allah menyapa. Sekurangnya kita masih diberi peluang untuk bermuhasabah diri terhadap setiap dugaan dan ujian yang mendatang. Mungkin di suatu sudut, kita acap kali lalai terhadap tanggungjawab kita kepada pencipta. Dengan ujian ini, kita akan berfikir sejenak dari akibat kelalaian kita. Bayangkan saja, jika kita tidak diuji dan kita lalai terhadap tanggungjawab kita pada Maha Pencipta? Pada saat itu juga nyawa kita diambil. Bagaimana keadaan kita nanti? Sudah tentu kita tidak akan mampu berpatah balik untuk mengabdikan diri pada Maha Esa. Hanya tinggal segala amalan dan buku catatan kita ketika kita hidup di dunia.
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah khabar gembira kepada mereka yang sabar. (yaitu) orang-orang yang ketika ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihirojiun” – sesungguhnnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali. [Surah Al-Baqarah, 155- 156]
Yakin dan percayalah. Tujuan kita hidup di dunia adalah untuk mencari bekalan kehidupan abadi kita nanti. Jika baik amalan kita, maka baiklah kehidupan. Jika tidak, maka balasan yang setimpal akan kita terima.
Bermacam jenis ujian dan dugaan yang diberikan. Berbeza-beza yang Allah berikan mengikut kemampuan kita sebagai hambaNya untuk menanggungNya. Bersyukurlah jika kita masih Allah ingin berikan ujian. Ada juga Allah memberi ujian berupa kejayaan, kekayaan dan kesenangan hidup. Di sini Allah ingin menguji tahap kesyukuran hambaNya dengan limpahan nikmat yang diberikan. Bersyukurkah hambaNya atau sebalikNya.
Sekecil mana pun nikmat yang telah di berikan Allah kepada Kita.
Bersyukuri dan Berbahagialah.
Allah damaikan hati kita yang keresahan apabila kita bersamaNya. Allah maha mengampunkan segala dosa yang telah kita perbuat apabila kita bertaubat. Allah menjanjikan kita nikmat-nikmat yang tidak terhitung apabila kita bertaqwa. Allah sediakan ganjaran bagi mereka yang sabar. Allah mengaturkan kehidupan kita dengan sempurna dan segala yang ditetapkan adalah untuk kebaikan hambaNya. Ya Allah, terlalu beruntungnya kami.
Apabila dugaan Allah datang, maka bergembiralah. Dengan rasa gembira, kita akan redha dengan ketentuan Allah. Kita tidak akan melenting apabila yang kita hajati tidak dipenuhi. Malah kita tidak sewenangnya menyalahkan takdir. Percayalah, jika Allah tidak memberikan kita sesuatu yang kita mahu, Allah akan memberikan sesuatu yang kita perlu. Bergembiralah dengan rahmat Allah. Barulah kita boleh "Live life the fullest". InsyaAllah.
No comments:
Post a Comment